Sabtu, 01 September 2012

Bahagia itu sederhana… le bonheur est simple...


Semua orang pasti ingin bahagia..selalu..setiap saat.. Bahkan dongeng-dongeng masa kecil kita hampir seluruhnya selalu memberi bayangan dan harapan tentang “live happily ever after”.  Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada orang yang akan selalu bahagia dalam hidupnya, pasti ada saatnya bahagia, ada pula saatnya tidak. Karena roda hidup selalu berputar, bukan?

Bahagia itu sebetulnya sederhana. Saya yakin akan banyak orang setuju akan quotes tersebut. Namun kriteria sederhana itulah yang tidak sama bagi masing-masing individu. 

Saya tidak setuju kalau ada orang yang dengan mudahnya menjudge orang lain dan berkata “Dia tuh kebanyakan ngeluh. Padahal hidupnya udah enak banget, duit banyak, kerjaan sukses, rumah mewah, mobil bagus, tampang keren. Masih aja berpikir hidupnya gak bahagia dan menyedihkan. Padahal banyak orang yang lebih menderita hidupnya dari dia. Contohnya gw… “ (and bla-bla-bla… berujung curhat). Dia mengkritik orang lain suka mengeluh, sementara ujung-ujungnya dia pun mengeluh.. Ingatlah kawan, kriteria ‘bahagia itu sederhana’ tidak sama bagi setiap individu. 

Janganlah menilai hidup orang lain hanya dari kacamata kita sendiri, karena kita tidak pernah tahu apa yang ada didalam hati dan pikiran orang lain dan apa saja yang sudah dia jalani. Kriteria bahagia menurut kamu belum tentu bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain, begitu pula sebaliknya. Apalagiii… kalau kamu mengukurnya hanya dari segi materi.


Am I the only one getting’ tired..?
Why is everybody so obsessed..?
Money can’t buy us happiness..
Can we all slow down and enjoy right now…

Just wanna make the world dance, forget about the price tag..
 (* song by : Jessie J – Price Tag )


Tidak perlu jauh-jauh membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Mari kita flashback mengingat kembali ke masa lalu, coba kita ingat-ingat dan bandingkan bahwa ternyata kriteria bahagia yang kita cari saat ini tidak pernah sama dengan waktu dulu. Bahkan ketika kita mencoba membandingkan hidup kita dengan hidup kita sendiri pun, ternyata kita punya pemikiran yang berbeda.

Saya akan coba flashback dan menceritakan tentang apa saja tolak ukur yang bisa membuat saya bahagia..

Saya coba mundur beberapa bulan sampai sekitar 2 tahun kebelakang… 

Bahagia itu sederhana. Cukup hanya dengan pulang kerja tanpa beban pikiran dan sempat nongkrong dengan teman-teman. Secangkir capuccino Starbucks atau donuts J-co. Ngumpul, ngobrol, cari makan dan tertawa bareng teman-teman kantor atau teman-teman hangout, kadang dengan sahabat-sahabat sewaktu SMU atau kuliah. Lalu pulang larut malam ke kost-an dan tidur dengan damai. Hanya itu.. Simple.. bahkan kalaupun tidak ada teman yang sedang available untuk diajak jalan, cukup hanya dengan jalan kaki dari kost-an ke seven eleven (OMG saya kangen dengan Setiabudi dan sekitarnya :-) ), hanya sekedar untuk menikmati hot chocolate sambil melihat Jakarta malam yang ga pernah ada matinya.  Bahagia itu sederhana.

Saya coba mundur lagi ke sampai sekitar 5 tahun kebelakang...

Bahagia itu sederhana. Cukup dengan dandan trendy, pergi ngumpul bareng teman-teman, jalan-jalan ke mall, nonton film di bioskop atau pergi karaoke, menikmati keriuhan Jakarta sampai malam, dan berakhir dengan hangout ke club, untuk menikmati hentakan music sampai pagi. Capek? Gak juga, namun bahagia. Bahagia itu sederhana.

Saya coba mundur lagi jauh beberapa tahun ke belakang, ketika masih berseragam putih abu-abu...

Bahagia itu sederhana. Cukup dengan guru tidak masuk kelas, tidak ada pe-er atau dapat dispensasi untuk tidak ikut pelajaran karena aktif di kegiatan ekskul yang sedang mempersiapkan diri untuk perlombaan. :-) Cukup dengan disayang oleh Wali Kelas yang juga merupakan Guru Matematika, dan mendapat pujian didepan orangtua saat pembagian rapor karena menjadi yang paling jago matematika dikelas (*saat itu yaa…sekarang sih jangan ditanya..hehehehe). Bahagia itu sederhana.

Saya coba untuk mundur lagi ke masa ketika masih berseragam putih biru...

Bahagia itu sederhana. Cukup dengan pergi ke Gramedia untuk numpang baca buku sepulang sekolah sambil menunggu saat untuk ikut Les Bahasa Inggris (ya dulu saya sempet jadi kutu buku, yang kalo disekolahpun nongkrongnya di perpus :-) ) Atau kadang, cukup dengan pergi main ke Fun City untuk main Daytona sampai puas walaupun tidak pernah menang :-) dan satu lagi, tidak lupa Ice Cream Cone Mac-D yang saat itu kayaknya mewah banget untuk saya :-) Bahagia itu sederhana.

Saya coba mundur lagi ke masa-masa cupu masih pake seragam putih merah...

Bahagia itu sederhana. Cukup dengan diperbolehkan jajan es lebih dari sekali sehari, tanpa harus jadi pilek dan dimarahi :-) cukup dengan menghabiskan weekend seharian didepan TV ditemani Doraemon, dan film-film kartun lainnya. Bahagia itu sederhana.

Saya masih mencoba mundur lagi kebelakang, ketika masih kecil belum bersekolah...

Bahagia itu sederhana. Cukup dengan menunggu orangtua pulang kerja, disuapin makan, dan diajak jalan-jalan sore kesekitar rumah ataupun kerumah saudara-saudara dekat. Cukup dengan bermain bebas lari kesana kesini. Dan cukup dengan dikelilingi oleh banyak kue-kue enak :-) Bahagia itu sederhana.

Okay, cukup flashbacknya.. kita berputar lagi, kembali ke masa kini.
Apa kriteria ‘Bahagia itu sederhana’ untuk saya saat ini?

Disaat sedang berada sendiri, dibelahan benua lain jauh dari orangtua, keluarga, pujaan hati, sahabat dan teman-teman dekat. Buat saya bahagia itu cukup dengan ada kesempatan bertemu mereka semua, memeluk erat dan menjabat hangat tangan mereka. Dan berbincang-bincang dengan mereka, melepas segala kerinduan yang pastinya akan mengalir dengan deras. Cukup sesederhana itu, namun tidak mudah direalisasikan. :-( Berharap suatu hari nanti saya bisa ajak paling tidak orangtua saya kesini untuk menemani, agar rumah ini tidak sepi karena hanya dihuni oleh seorang pemuda kesepian :-D

Welcome September.. Hari pertama di usia baru..
Am I happy enough this day? It’s just me who knows the answer :-)

Bahagia itu sederhana. Lalu bagaimana menurut kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar