Sabtu, 07 April 2012

Ke Jakarta, aku kan kembali.. Pour Jakarta, je suis de retour..

Disana kasihku, berdiri menunggu..
Di batas waktu yang tak tertentu..
Ke Jakarta, aku kan kembali...
Walaupun apa yang kan terjadi...
(* song by : Koes Plus)

Sebenernya lagu lama ini sudah sejak lama sering saya dengar mengalun dari suara para pengamen setiap kali naik Bus Kota di Jakarta ataupun naik KRL Bogor-Jakarta. Namun ketika lagu ini terdengar saat saya berada dibelahan benua lain yang sangat jauh dari Jakarta, ada rasa berdesir dalam hati. Bukannya bermaksud untuk mellow menggalaow di dinihari ya. Tapi FYI aja nih, saat menulis blog ini, di Algiers sekarang jam 3 pagi dan saya sudah terjaga sejak tadi karena lapar :D maybe badan saya masih merasakan waktu Jakarta yg memang sedang jam 9pagi, waktunya sarapan ditempat bubur ayam langganan dibelakang Setiabudi One…

Tapi honestly.. saya memang sedang kangen dengan Jakarta sekalipun baru seminggu saya meninggalkan tanah air untuk merantau dan mencari keping-keping nafkah di Algeria (red: Al Jazair). Saya jadi teringat dengan ucapan seorang sahabat dekat yang sudah lebih dulu mengambil langkah merantau keluar negeri,bekerja dan menetap di Hongkong. “Gw juga dulu awalnya kangen berat dan homesick, tapi percaya deh, itu paling hanya sampai 3 bulan pertama, selanjutnya lo akan beradaptasi dengan sendirinya akan situasi sekitar”, ucapnya saat farewell dinner beberapa malam sebelum saya berangkat. Baiklah, kita lihat saja nanti apakah 4 bulan dari sekarang saya masih akan kangen dengan Jakarta atau tidak :D

Tapi saya yakin, saya akan tetap kangen dengan segala hal di Jakarta
(Foto 
taken by : my self  *ceritanya mau ambil background bundaran HI dimalam hari*, 
Lokasi : Grand Indonesia, 
Tahun : 2010)




Begitu banyak teman-teman saya (*kadang saya pun demikian) yang sering kali mengeluh dengan kondisi Jakarta yang semakin hari semakin tidak bersahabat. Bahkan malam terakhir saya di Jakarta (red : 26 Maret lalu), Jakarta memberi saya hadiah perpisahan yang indah berupa guyuran hujan yang luar biasa deras disertai angin kencang, tepat disaat saya hendak mengayunkan langkah terakhir keluar dari pintu tempat kost tercinta (*wahhh jadi makin kangen dengan kost-an). Dan perjalanan saya dari kost di Setiabudi ke Plaza Semanggi dengan ojek yang biasanya hanya memakan waktu 5menit, menjadi lebih dari setengah jam dan terasa sangat lama, karena kita semua pasti sudah paham dengan Jakarta yang kalau sudah hujan deras pasti banjir dan jalanan semrawut gak karuan. Naik ojek dengan memakai payung pun menjadi useless karena tetap basah kuyup, didera angin kencang, melewati banjir, dan “disemprot “ oleh buskota yang melewati genangan air dengan tanpa perasaan. Okay, sampai hari terakhirpun saya masih berpikir, Jakarta benar-benar menyebalkan. Namun, ibarat orang tua yang acap kali dibuat kesal dengan kelakuan nakal anak-anaknya, tetap saja dia akan kangen ketika harus berpisah jauh sekian lamanya (*wuaahh sekarang tambah kangen dengan orangtua..)

Jakarta memang punya banyak hal yang menyebalkan, yang saya alami sejak memulai kost sendiri di Jakarta pada tahun 2001. Namun setelah sekitar 10 tahun lamanya saya menetap, berinteraksi, bergaul dan hidup di Jakarta, lalu sekarang harus menjalani hari-hari yang begitu sepi dan garing di kota Algiers, saya malah kangen dengan segala hiruk pikuknya Jakarta, yang tidak pernah ada matinya selama 24jam penuh.


(Foto taken by : chicko, Lokasi : Monas-Jakarta, 
Tahun : 2004)


Saya kangen dengan segala hal yang ada di Jakarta. Bukan hanya Jakarta, tapi saya juga kangen dengan kota Bogor kota kelahiran, Jogjakarta kota penuh memori, dan tentunya Bali kota sejuta pesona. Saya kangen dengan Indonesia. Saya kangen dengan makanannya, suasananya, kultur budayanya, pergaulannya, tempat-tempat hiburan dan wisatanya, serta kenyamanan hidup disana. Saya kangen dengan Keluarga, dan para Sahabat-sahabat saya disana. Saya kangen dengan kalian semua.

Walaupun begitu banyak orang yang membangga-banggakan dirinya bisa keluar negeri -baik untuk jalan-jalan maupun stay disana-, namun saya tetap lebih bangga akan Indonesia. Saya jadi teringat ketika beberapa tahun yang lalu, saya dengan pede dan nekatnya mengikuti ajang pemilihan bergengsi Abang dan None Jakarta (*kepedean banget ya?hehehe). Ketika itu, saya sempat mengatakan, “Saya ingin berbuat sesuatu yang bisa mengharumkan nama Indonesia ke manca negara”, lalu seorang Juri bertanya, “Dengan cara apa kamu akan melakukannya? ”, lalu saya menjawab “One day, I will find my way”. Dan sekarang ini, salah satu jalan sudah terbuka, ini adalah saatnya bagi saya untuk bisa berbuat sesuatu untuk negeri saya tercinta.

Tanah Airku tidak kulupakan..
Kan terkenang selama hidupku..
Biarpun saya pergi jauh..
Tidak kan hilang dari kalbu..
Tanahku yang ku cintai..
Engkau ku hargai..
(* song by : Ibu Soed)


13 komentar:

  1. Rasa betah akan datang perlahan..enjoy ur life... *peyukkk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiinn... semoga...
      *balas peyuukkk dengan erat sampe pengap*
      :)

      Hapus
  2. ahahahahaha lagu koes ploes nya ngingetin gw kalo lg mainan key word qie... btw gw jg skrg merasakan lonely yg mendera, sudah 1 mgu gw di CJ, keknya situasinya sama kek di alger hehehe... semangat fiqo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahhaha.. iya disini gak ada yg bisa diajakin maen tebak lagu nih.. hihihihi

      Hapus
  3. Saia nunggu tulisan mengenai tekewer-kewer nih fiq. Semoga betah yak kayak lagu lama seribu tahun tak lama hanya sekejap saja kita kan berjumpa pula ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo cuman tulisan tentang tekewer-kewer nanti saya posting deh mbak surya.. etapi gak pake foto yaa.. ahahhahahha

      Hapus
  4. uhuuuuuyy........jadi gak sabar nunggu postingan berikutnya tentang perjalanan selama di alger...^_^

    keep writing yak! dan betah2 disanaaa.....(semacam semangat untuk diri sendiri juga :D)

    BalasHapus
    Balasan
    1. keep writing opiee.. kita jadi kan ya nanti kolaborasi bikin buku perjalanan lintas benua nya?? ahahahhaha

      Hapus
  5. kak saya try septinai dari palembang saya kls 3 smp kak mo kls 1 sma skrng,kk gak tau saya tp kak, try mo nanya kk bisa ke algeria gimana? try pengen bgt kak kenegara ituu, tp gak ngerti caranya, apa kk kuliah disuatu organisasi yah? apa kk dpet beasiswa ke sana atau kk berangkat sendiri atau kk kuliah trus kerja di sana, tolong kasih tau try dong kak, confirm facebook try kak "try septiani" try mo nanya kk bisa ke algeria gimana caranya? pokoknya banyak yg mo try tanya kak, kk try pengen bgt ke algeria T-T pengen tinggal disanaaa ;'( try banyak temen disana, tp gk tau gimana caranya pergi kesana.kk posting lg dong gimana pengalamannya disana kaaak :'')))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. wahhh kenapa bisa pengen banget ke Algeria?apa yang dicari di Alger? :D
      saya disini kerja, di tugasin dr kantor utk pindah ke Alger, okay nanti saya cari FB kamu.. thanks yaa

      Hapus
  6. saya jg tertarik dgn Algeria , posting nya blm memuaskan rasa ingin tau sy , plizzz share lg y sebuanyak2nya ,,,haturnuhun n salam kenal

    BalasHapus
  7. Terima kasih kerana berkongsi cerita kamu di Algeria..sangat menarik..tolong sambung penulisannya ya..

    BalasHapus